Salah satu stasiun pengisian daya yang paling banyak dicari adalah jaringan charging station khusus kendaraan listrik perkotaan. Memahami jenis soket yang kompatibel dengan kendaraan Anda adalah kunci utama kelancaran pengisian daya.
Mengenal Standar Soket Pengisian di Indonesia
Sebelum mendatangi stasiun SPKLU, pastikan jenis soket pada port pengisian mobil Anda cocok dengan senjata konektor (gun) yang disediakan:
- CCS2 (Combined Charging System Combo 2): Standar colokan DC Fast Charging paling umum di Indonesia. Digunakan oleh Hyundai (Ioniq 5, Kona EV), BYD (Dolphin, Atto 3, Seal), MG, Chery Omoda E5, dan sebagian besar model Eropa.
- Type 2 (Mennekes): Standar konektor AC pengisian lambat hingga medium (7 kW hingga 22 kW). Hampir semua mobil listrik di Indonesia memiliki kompatibilitas dengan soket Type 2.
- GB/T: Standar asal Tiongkok yang banyak digunakan oleh Wuling Air EV, BinguoEV (tipe AC), dan beberapa kendaraan niaga listrik. Pengguna model ini dapat memanfaatkan konverter atau stasiun pengisian khusus berstandar GB/T.
- CHAdeMO: Standar lama asal Jepang yang digunakan oleh Nissan Leaf. Masih tersedia di beberapa stasiun PLN generasi awal.